4 Cara Kata Asing Masuk ke Bahasa Indonesia

[Sumber gambar: Infografis Chat GPT]
4 Cara Kata Asing Masuk ke Bahasa Indonesia
Ada empat cara yang perlu kamu ingat. Semuanya berakhiran bunyi -asi, sehingga mudah diingat:
Adopsi – Adaptasi – Translasi – Kreasi
1. Adopsi
Adopsi berarti mengambil kata dari bahasa lain dan menggunakannya hampir tanpa perubahan. Bentuk dan maknanya tetap atau hampir tetap.
Contohnya:
- supermarket → supermarket
- hotel → hotel
- film → film
- plaza → plaza
Jadi, kata dari bahasa lain seperti dipinjam dan digunakan dalam bahasa Indonesia.
Adopsi mengambil.
2. Adaptasi
Adaptasi berarti mengambil kata dari bahasa lain, tetapi bentuk atau ejaannya disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia.
Contohnya:
- television → televisi
- information → informasi
- activity → aktivitas
- organization → organisasi
Kita masih dapat melihat hubungan antara kata asal dan kata dalam bahasa Indonesia, tetapi penulisannya sudah berubah agar sesuai dengan bahasa Indonesia.
Adaptasi menyesuaikan.
3. Translasi
Translasi berarti mengambil makna dari istilah asing, kemudian menerjemahkannya menjadi istilah dalam bahasa Indonesia.
Contohnya:
- overlap → tumpang tindih
- pilot project → proyek rintisan
- download → unduh
- upload → unggah
Kita tidak menggunakan kata asingnya secara langsung. Kita mencari kata atau ungkapan dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna yang sesuai.
Translasi menerjemahkan.
4. Kreasi
Kreasi berarti membuat istilah dalam bahasa Indonesia berdasarkan gagasan dari istilah asing. Kata yang dibuat tidak harus memiliki bentuk yang sama dengan kata asalnya.
Contohnya:
- spare parts → suku cadang
- shuttle → ulang-alik
Kata suku cadang, misalnya, tidak sama bentuknya dengan spare parts. Namun, keduanya menunjuk pada gagasan yang sama.
Dalam proses kreasi, kita seperti membuat sebuah kata baru dengan cara kita sendiri, tetapi tetap membawa makna yang sesuai.
Kreasi menciptakan.
Yuk, Ingat Empat Kata Ini!
Agar tidak mudah lupa, ingat kalimat berikut:
Adopsi mengambil,
adaptasi menyesuaikan,
translasi menerjemahkan,
kreasi menciptakan.
Jadi, ketika bertemu kata yang berasal dari bahasa lain, coba tanyakan:
Apakah kata itu diambil begitu saja?
Itulah adopsi.
Apakah bentuknya disesuaikan?
Itulah adaptasi.
Apakah maknanya diterjemahkan?
Itulah translasi.
Apakah dibuat istilah baru berdasarkan gagasannya?
Itulah kreasi.
Dengan memahami empat cara tersebut, kamu akan mengetahui bahwa bahasa Indonesia tidak hanya memiliki kata-kata yang sudah ada sejak dahulu. Bahasa Indonesia juga terus berkembang dengan menerima, menyesuaikan, menerjemahkan, dan menciptakan istilah baru.